Berita tercecer: Guru bakar tangan siswa untuk mencari 'pencuri uang'
Hak atas foto Getty Images
Image caption Hukuman fisik sejatinya dilarang di India.Seorang kepala sekolah membakar tangan sejumlah siswa untuk mencari tahu siapa dari mereka yang mencuri uang dari seorang siswa lainnya.
Polisi di India telah mendapatkan laporan tentang dugaan perbuatan kepala sekolah itu, Sushanti Hembrom, yang memaksa 13 muridnya menaruh tangan di atas lilin yang menyala.
Peristiwa itu terjadi pekan lalu di sebuah sekolah swasta di negara bagian Jharkhand, India bagian timur.
Sushanti sendiri dibebastugaskan sehari setelah para orang tua melaporkannya.
Pemkab Jayawijaya bakal tindaklanjuti kasus jurnalis cilik yang dihukum sekolah Anak-anak Muslim India yang mengalami perundungan di sekolah Dua remaja tewas dan 17 cedera dalam penembakan sekolah di KentuckyPolisi menyatakan kepada BBC Hindi bahwa sang kepala sekolah mengatakan ia melakukan itu dengan harapan murid yang bersalah akan mengaku.
Tetapi itu tak terjadi. Semua siswa tetap menaruh tangannya di atas nyala lilin. Sebagian dari mereka menarik tangannya, tapi tujuh siswa menderita luka bakar.
Salah satu dari siswa itu mengalami luka yang serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dia kemudian diliburkan di hari berikutnya.
Memviralkan video kekerasan anak: Apa dampaknya bagi korban? Kembali pemerkosaan keluarga, remaja 15 tahun hamil diperkosa ayah dan paman Puluhan ribu anak dirundung-seksual di gereja, sekolah dan klub olahraga AustraliaPolisi menambahkan Sushanti mengaku telah melakukan "kesalahan besar" dengan peristiwa itu dan meminta maaf ke para murid dan orang tua mereka.
India sebetulnya melarang hukuman fisik di sekolah, namun hal itu masih saja dilakukan di berbagai sekolah. Membakar tangan juga bukan hukuman yang biasa terjadi di sekolah-sekolah India.
Pada Maret 2017, trjadi kejadian menghebohkan ketika 70 siswi di bawah usia 10 tahun dipaksa telanjang di sebuah asrama sekolah di Uttar Pradesh. Alasannya, untuk "mengecek darah menstruasi" mereka.
Post a Comment